HatiQ sangat tergores saAt melihat wajah mu.....tapi aq jga tw yang sebaliknya kamu sangat...sangattt terluka ketika melihat wajah ku yang tak bisa kamu peluk kembali layaknya sbg kasih sayang seorang kekasih.
aq yakin...ne bkn lah perpisahan yang buruk bgi kita,tpi suatu jlan terbaik bgi kita yang telah telah di rencanakan Tuhan....dan biar bagaimana pun kmu takkan bisa aq lupakan slamanya,karna kmu adalah orng yang pernah singgah di lubuk hatiQ dan yang pernah mengisi hari-hariQ dengan keceriaan,canda dan tawa mu.......!!!!!
# i wiil always miss u 4ever #
>> sAng ManTann<<
sesulit dan sesusah apa pun hidup mu itu,jangan lah terlalu cepat dan mudah untuk menyerah.ttp lah andalkan Tuhan dan berserah lah kepada-Nya,bijaksanalah dan ttp semangat..!!!
Selasa, 08 Januari 2013
strategi pembelajaran ips
Pengertian
strategi pembelajaran
strategi dapat
diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha
mencapai sasaran yang telah ditentukan.
strategi pembelajaran
merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam
pembelajaran.
Prinsip
pembelajaran IPS
A.
Integrated
Integrasi / keterpaduan. Dalam
pembelajaran IPS dapat. Dilakukan berdasarkan topik yang Terkait. Misal:
Ekonomi dengan kondisi geografis.
B.
Interaksi
Manusia sebagai makhluq social.
Manusia saling membutuhkan. Manusia saling bekerjasama
C.
Kesinambungan
Manusia dalam kehidupan. Terikat
dengan adat /tradisi. Kebudayaan suatu masyarakat. Berubah besar kecil maka
masyarakatpun. Akan mengalami perubahan
D.
Kontekstual
Sesuai dengan kondisi masyarakat
E.
Keterampilan Sosial
Bekerjasama, Tolong menolong, Gotong
royong
Peran guru dalam penetapan dan
pemilihan strategi pembelajaran
Kriteria
Pemilihan Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang dipilih
oleh guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi,
kondisi dan lingkungan yang akan dihadapinya.
Pemilihan
strategi pembelajaran umumnya bertolak dari:
a.
rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
b.
analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan,
c.
jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan.
Gerlach dan Ely (1990, him 173) menjelaskan pola umum pemilihan
strategi pembelajaran yang akan digambarkan melalui bagan berikut ini:
pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi,
efektivftas, dan keterlibatan peserta didik.
1. Efisiensi
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
2. Efektivitas
Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif.
Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif.
3. Keterlibatan Peserta Didik
Pada
dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi
oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran.
Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan
rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi
pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.
Jasa guru dalam
membantu pertumbuhan dan perkembangan para peserta didik sangatlah besar.
Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk
kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM),
serta mensejahterakan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara. Salah satu
peran guru dalam pembelajaran yaitu dapat memposisikan sebagai orang tua,
teman, fasilitator, pengembang kreativitas anak, motivator, dan lain-lain.
1. Peran Guru dalam Memahami Siswa
sebagai Dasar Pembelajaran
Pembelajaran
merupakan proses pengembangan pribadi siswa, sehingga perkembangan siswa harus
menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup
perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai
implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut
pengembangan sisi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan
orang tua.
Proses
pembelajaran di sekolah dasar harus bersifat terpadu denagn perkembangan fisik
kognitif, sosial, moral, dan emosional. Pendidikan di sekolah dasar ini
berorientasi kepada isi, artinya menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan,
yaitu materi pelajaran. Pendekatan perkembangan dalam pembelajaran menekankan
pada kepadanan kurikulum dan proses pembelajaran yang sesuai dengan
perkembangan anak. Konsep pendekatan perkembangan ini ada dua dimensi, yaitu
dimensi umum dan individual. Sisi penting dari pendekatan perkembangan ini
adalah pengetahuan tentang faktor-faktor yang secara individu padan dengan anak
tertentu di dalam kelas.
2.
Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan proses
inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan
guru terhadap proses tersebut. Inkuiri di dalam pembelajaran mengandung makna
mempertanyakan, menjelajahi lebih jauh dan memperluas pemahaman tentang
situasi. Sedangkan refleksi mengimplementasikan adanya dugaan, penilaian dalam
pertimbangan faktor-faktor signifikan untuk mencapai tujuan. Rancangan
pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang
berorientasi pada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran,
rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang
mencakaup komponen-komponen sebagai berikut:
a. Analisis kurikulum, yaitu kegiatan untuk merumuskan
rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan perkembangan
peserta didik.
b. Tujuan pembelajaran; ada empat tipe tujuan
pembelajaran yaitu tujuan perilaku, tujuan pemecahan masalah, tujuan ekspresif,
dan tujuan afektif.
c. Rencana kegiatan berisi kegiatan awal, kegiatan inti, dan
kegiatan penutup.
d. Rencana evaluasi, terdiri dari kegiatan evaluasi
sumatif dan evaluasi formatif.
3. Peran Guru dalam Pelaksanaan
Pembelajaran dan Manajemen Kelas
Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku
peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses
pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola
menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
Pendekatan pluralistic dalam manajemen kelas memadukan
berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan
untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang
dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait, dimana
manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran
yang efektif. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan
memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas
dikembangkan melalui tahap-tahap perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan,
pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi. Penataan lingkungan
fisik kelas merupakan unsure penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh
pada perilaku guru dan peserta didik.
4. Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi
adalah proses memeperoleh informasi untuk membentuk judgement dalam pengambilan
keputusan. Tahap-tahap evaluasi terdiri dari tahap persiapan evaluasi, tahap memperoleh
informasi yang diperlukan, tahap membentuk judgement, dan tahap menggunakan
judgement untuk mengambil keputusan. Informasi yang diperlukan untuk
kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi,
analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi
yang harus diungkap, sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai
teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan
untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa.
Dimensi strategi pembelajaran ips
1. Dimensi
Pengetahuan (Knowledge)
Setiap orang memiliki wawsan
tentang pengetahuan sosial yang berbeda-beda. Secara konseptual, pengetahuan (knowledge)
hendaknya mencakup: (1) Fakta; (2) Konsep; dan (3) generalisasi yang dipahami
oleh siswa.
Fakta adalah data yang spesifik
tentang peristiwa, objek, orang dan hal-hal yang terjadi (peristiwa). Dalam
pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat mengenal berbagai jenis fakta khususnya
yang terkait dengan kehidupan.
Pada dasarnya fakta yang disajikan
untuk para siswa hendaknya disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuan
berfikirnya. Secara umum, fakta untuk siswa SD hendaknya berupa peristiwa,
objek, dan hal-hal yang bersifat konkret. Oleh karena itu guru perlu
mengupayakan agar fakta disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas
masing-masing.Konsep merupakan kata-kata atau frase yang mengelompok,
berkatagori, dan memberi arti terhadap kelompok fakta yang berkaitan.
2. Dimensi
Keterampilan (Skills)
Kecakapan mengolah dan menerapkan
informasi merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa
menjadi warga Negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat
demokratis. Oleh karena itu, berikut uraian sejumlah keterampilan yang
diperlukan sehingga menjadi unsure dalam dimensi IPS dalam proses pembelajaran.
a.
Keterampilan Meneliti
Keterampilan
ini diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data. Secara umum penelitian
mencapkup sejumlah aktivitas sebagai berikut:
- Mengidentifikasi dan mengungkapkan masalah atau isu
- Mengumpulkan dan mengolah data
- Menafsirkan data
- Menganalisis data
- Menilai bukti-buki yang ditemukan
- Memyimpulkan
- Menerapkan hasil temuan dan konteks yang berbeda
- Membuat pertimbangan nilai
b.
Keterampilan Berpikir
Sejumlah
keterampilan berpikir banyak berkontribusi terhadap pemecahan masalah dan
partisipasi dalam kehidupan masyarakat secara efektif. Untuk mengembangkan
keterampilan berfikir pada diri siswa, perlu ada pengusaan terhadap
bagian-bagian yang lebih khusus dari keterampilan berfikir tersebut serta
melatihnya di kelas. Beberapa keterampilan berfikir yang perlu dikembangkan
oleh guru di kelas untuk para siswa meliputi:
- Mengkaji dan menilai data secara kritis
- Merencanakan
- Merumuskan faktor sebab dan akibat
- Memprediksi hasil dari sesuatu kegiatan atau peristiwa
- Menyarankan apa yang akan ditembulkan dari suatu peristiwa atau perbuatan
- Curah pendapat (brainstorming)
- Berspekulasi tentang masa depan
- Menyarankan berbagai solusi alternatif
- Mengajukan pendapat dan perspektif yang berbeda
c.
Keterampilan Partisipasi Sosial
Dalam
belajar IPS, siswa perlu dibelajarkan bagaiman berinteraksi dan bekerjasama
dengan orang lain. Keahlian bekerja dalam kelompok sangat penting karena dalam
kehidupan bermasyarakat begitu banyak orang menggantungkan hidup melalui
kelompok. Beberapa keterampilan partisipasi sosial yang perlu dibelajarkan oleh
guru meliputi:
- Mengidentifikasi akibat dari perbuatan dan pengaruh ucapan terhadap orang lain
- Menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain
- Berbuat efektif sebagai anggota kelompok
- Mengambil berbagai peran kelompok
- Menerima kritik dan saran
- Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus diselesaikan
d.
Keterampilan Berkomunikasi
Pengembangan
keterampilan berkomunikasi merupakan aspek yang penting dari pendekatan
pembelajaran IPS khususnya dalam inkuiri sosial. Setiap siswa perlu diberi kesempatan
untuk mengungkapkan pemahaman dan perasaannya secara jelas, efektif, dan
kreatif. Walaupun bahasa tulis dan lisan telah menjadi alat berkomunikasi yang
paling biasa, guru hendaknya selalu mendorong para siswa untuk mengungkapkan
gagasannya dalam bentuk lain, seperti dalam film, drama, seni (suara, tari,
lukis), pertunjukkan, foto, bahkan dalam bentuk peta. Para siswa hendaknya
dimotivasi agar menjadi pembicara dan pendengar yang baik.
3. Dimensi Nilai dan Sikap (Value
and Attitude)
Pada
hakekatnya, nilai merupakan sesuatu yang berharga. Nilai yang dimaksud disini
adalah seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang telah mempribadi dalam
diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu yang ketika berpikir atau
bertindak. Umumnya, nilai dipelajari sebagai hasil dari pergaulan atau
komunikasi antarindividu dalam kelompok seperti keluarga, himpunan keagamaan,
kelompok masyarakat atau persatuan dari orang-orang yang satu tujuan.
Heterogenitas
nilai yang ada di masyarakat tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi guru
dalam pembelajaran IPS di kelas. Di suatu pihak, nilai dapat masuk ke dalam
masyarakat dan tidak mungkin steril dari isu-isu yang menerpa dan terhindar
dalam masyarakat demokratis. Di pihak lain, tidak dipungkiri bahwa nilai
tertentu muncul dengan kekuatan yang sama dalam masyarakat dan menjadi
pembelajaran yang baik serta menjadi perlindungan dari berbagai penyimpangan
dan pengaruh luar. Agar ada kejelasan dalam mengkaji nilai di masyarakat, maka
nilai dapat dibedakan atas nilai sustantif dan nilai prosedural.
a.
Nilai Substantif
Nilai
substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan umumnya
hasil belajar, bukan sekedar menanamkan atau menyampaikan informasi semata.
Setiap orang memiliki keyakinan atau pendapat yang berbeda-beda sesuai dengan
keyakinannya tentang sesuatu hal.
Dalam
mempelajari nilai substantif, para siswa perlu memahami proses-proses,
lembaga-lembaga, dan aturan-aturan untuk memecahkan konflik dalam masyarakat
demokratis. Dengan kata lain, siswa perlu mengetahui ada keragaman nilai dalam
masyarakat dan mereka perlu mengetahui isi nilai dan implikasi dari nilai-nilai
tersebut.
Manfaat
lain dari belajar nilai substantif adalah siswa akan menyatakan bahwa dirinya
memiliki nilai tertentu. Guru harus menjelaskan bahwa siswa membawa nilai yang
beragam ke kelas sesuai dengan latar keluarga, agama, atau budaya. Selain itu,
guru perlu menyadari pula bahwa nilai yang dia anut tidak semuanya berlaku
secara universal.
Program
pembelajaran IPS hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan, merefleksi, dan mengartikulasikan nilai-nilai yang dianutnya.
Proses ini tergantung pada nilai-nilai prosedural di kelas. Siswa hendaknya
memiliki hak mengambil posisi nilai mana yang akan dianut tanpa paksaan atau
menangguhkan keputusan dan tetap tidak mengambil keputusan. Dengan kata lain,
siswa hendaknya didorong untuk bersiap diri membenarkan posisinya, mendengarkan
kritikan yang ditujukan terhadap dirinya dan atau mengubah keputusannya bila
ada pertimbangan lain.
b.
Nilai Prosedural
Nilai-nilai
prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai kemerdekaan,
toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran dan menghargai orang lain.
Nilai-nilai kunci ini merupakan nilai yang menyokong masyarakat demokratis,
seperti: toleran terhadap pendapat yang berbeda, menghargai bukti yang ada,
kerja sama, dan menghormati pribadi orang lain. Apabila kelas IPS dimaksudkan
untuk mengembangkan partisipasi siswa secara efektif dan diharapkan semakin
memahami kondisi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, maka siswa perlu
mengenal dan berlatih menerapkan nila-nilai tersebut.
Pembelajaran
yang mengaitkann pendidikan nilai ini secara eksplisit atau implisit hendaknya
telah ada dalam langkah-langkah atau proses pembelajaran dan tidaklah menjadi
bagian dari konten tersendiri. Dengan kata lain, nilai-nilai ini tidak perlu
dibelajarkan secara terpisah. Selain itu, masyarakat demokratis yang ideal
harus mampu mengungkapkan nilai-nilai pokok dalam proses pembelajaran bukan
hanya retorika semata bahkan harus menghormati harkat dan martabat manusia,
berkomitmen terhadap keadilan sosial, dan memperlakukan manusia sama
kedudukannya di depan hukum.
4.
Dimensi Tindakan (Action)
Tindakan
sosial merupakan dimensi PIPS yang penting karena tindakan dapat memungkinkan
siswa menjadi peserta didik yang aktif. Mereka pula dapat belajar secara
konkret dan praktis. Dengan belajar dari apa yang diketahui dan terpikirkan
tentang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga jelas apa yang akan dilakukan
dan bagaimana caranya, para siswa belajar menjadi warga Negara yang efektif di
masyarakat.
Dimensi
tindakan sosial dapat dibelajarkan pada semua jenjang dan semua tingkatan kelas
kurikulum IPS. Dimensi tindakan social untuk pembelajaran IPS meliputi tiga
model aktivitas sebagai berikut.
- Percontohan kegiatan dalam memecahkan masalah di kelas seperti cara berorganisasi dan bekerja sama.
- Berkomunikasi dengan anggota masyarakat dapat diciptakan.
- Pengambilan keputusan dapat menjadi bagian kegiatan kelas, khususnya pada saat siswa diajak untuk melakukan inkuiri.
Proses pelaksanaan strategi
pembelajaran ips SD
i. Kegiatan
Pembelajaran Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem
pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting.
ii. Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu
kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya
merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya tanpa adanya
kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam
belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti.
iii. Partisipasi Peserta Didik
Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik
merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam masyarakat belajar dikenal
istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari’ SAL (Student
Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan iebih
berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara
langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
iv. Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui
(a)apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum,dan
(b) apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.
v. Kegiatan
Lanjutan
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu
hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik
oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja
terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata :
a. hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata
tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai
b. Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang
berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.
Minggu, 09 Desember 2012
Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia
TARIAN ADAT DI INDONESIA
Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia ini saya tulis dengan tujuan agar saya khususnya dan teman-teman pada umumnya agar lebih mengetahui jenis-jenis tarian daerah yang ada di Indonesia. Karena negara kita yang tercinta ini, Indonesia, mempunyai banyak sekali tarian-tarian daerah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing tari daerah mempunyai ciri-ciri dan mempunyai ke-khasan tersendiri dibanding dengan tarian yang lain.
Dengan mempunyai banyak sekali tarian daerah yang tersebar di seluruh nusantara, Indonesia merupakan negara terkenal karena kaya akan budaya, kaya akan kesenian dan kaya akan tari-tarian tradisional.
Dibawah ini berbagai jenis tarian daerah nusantara yang tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia:
1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh
Tari Seudati,
berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
Tari Seudati
Tari Saman Meuseukat
di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam
Tari Saman Meuseukat
2. Tari-tarian Daerah Bali
Tari legong
merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
Tari legong Bali
Tari Kecak,
sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
Tari Kecak
Tari Pendet
pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi.
Tari Pendet
3. Tari-tarian Daerah Bengkulu
Tari Andun
dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Andun
Tari Bidadari Teminang Anak
tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.
Tari Bidadari Teminang Anak
4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta
Tari Topeng
merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.
Tari Topeng
Tari Yopong
adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.
Tari Yopong
5. Tari-tarian Daerah Jambi
Tari Sekapur Sirih
merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
Tari Sekapur Sirih
Tari Selampir Delapan
merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.
Tari Selampir
6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat
Tari Topeng Kuncaran
merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.
Tari Topeng Kuncaran
Tari Merak
sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.
Tari Merak
7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah
Tari Serimpi
sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
Tari Serimpi
Tari Blambangan Cakil
mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.
Tari Blambangan Cakil
8. Tari-tarian Daerah JawaTimur
Tari Remong
sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.
Tari Remong
Reog Ponorogo
merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.
Reog Ponorogo
9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat
Tari Monong
merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi
Tari Monong
Tari Zapin Tembung
Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat.
Tari Zapin Tembung
10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan
Tari Baksa Kembang
merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
Tari Baksa Kembang
Tari Radab rahayu
di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.
Tari Radab Rahayu
11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah
Tari Tambun dan bungai
Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.
Tari Tambun dan Bungai
Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.
12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur
Tari Gong
di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.
Tari Gong
Tari perang
Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.
Tari perang
13. Tari-tarian Daerah Lampung.
Tari Jangget
adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
Tari Jangget
Tari Malinting
merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.
Tari Malinting
14. Tari-tarian Daerah Maluku
Tari Lenso
merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.
Tari Lenso
Tari Cakalele
adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.
Tari Cakalele
15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara
Tari Perang
Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.
Tari Perang Maluku
Tari Nahar Ilaa
tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.
16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat
Tari Mpaa Lenggogo
sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
Tari Mpaa Lenggogo
Tari Batunganga
sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.
17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur
Tari Perang
tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
Tari Perang Nusa Tenggara Timur
Tari Gareng Lameng
dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.
Tari Gareng Lameng
18. Tari-tarian Daerah Papua Barat dan Tengah
Tari Suanggi
tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).
Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawanan, dan kegagahan rakyat Papua.
Tari Perang Papua
29. Tari-tarian Daerah Papua Timur
Tari Selamat Datang
tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Selamat Datang
Tari Musyoh
merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.
20. Tari-tarian Daerah Riau
Tari Tandak
merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
Tari Tandak
Tari Joged Lambak
adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi.
Tari Joged Lambak
21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan
Tari Kipas
tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.
Tari Kipas
Tari Bosara
merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.
Tari Bosara
22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah
Tari Lumense
tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.
Tari Lumense
Tari Peule Cinde
termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.
23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara
Tari Balumpa
merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
Tari Balumpa
Tari Dinggu
melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.
24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara
Tari Maengket
merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.
Tari Maengket
Tari Polopalo
adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.
Tari Polopalo
25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat
Tari Piring
Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama.
Tari Piring Minangkabau
Tari Payung
Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.
Tari Payung
26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan
Tari Tanggai
merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.
Tari Tanggai
Tari Putri Bekhusek
artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan.
Tari Putri Bekhusek
27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara
Tari Serampang Dua Belas
Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.
Tari Serampang Dua Belas
Tari Tor Tor
Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.
Tari Tor Tor
28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta
Tari Serimpi Sangu Pati
sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.
Tari Serimpi Sangu Pati
Tari Bedaya
merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai.
Tari Bedaya
kata sambutan
PERPISAHAN ANAK KELAS 3 SMA
Trisamakasih saya ucapkan kepada protokol yang telah memberikan saya waktu dan tempat untuk menyampaikan amanat pada acara perpisahan ini.
Pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkat-Nya sehingga kita masih bisa berkumpul pada hari yang cerah ini.
Yang saya hormati, Bapak kepala sekolah,
Yang saya hormati, Bapak/Ibu guru,
Yang saya hormati, para staf pegawai, dan
Yang saya sayangi teman-teman sekalian.
Saya mewakili dari teman-teman kelas 3,izinkan saya mengucapkan sepatah dua kata,kata perpisahan. Buat teman-temanku sekalian dan adik-adik kelasku tercinta Tidak terasa sudah 3 tahun kita berada disini.Susah, senang, sudah kita alami dan lalui bersama. Dan hari ini adalah puncak yang sebenarnya, kita semua akan berpisah tidak akan ada lagi kebersamaan dan kekompakan yang akan kita temukan di hari esok. Semua itu tentu saja tidak akan terlupakan begitu saja dan akan menjadi kenangan di masa depan kita. Suatu hari nanti kita pasti akan merindukan masa-masa indah seperti ini.
Tak lupa juga kami sangat berterima kasih kepada Bapak /Ibu guru yang telah mengajarkan kami arti dari sebuah perjuangan, hingga sampai mengantarkan kami pada gerbang ini untuk menuju pada kehidupan yang sebenarnya dan telah mendidik,menjaga kami sehingga kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi. Tanpa Bapak / Ibu guru, kami bukan apa-apa, banyak hal yang Bapak /Ibu guru ajarkan pada kami, meski terkadang kami merasa lelah, jenuh, bosan, tapi dengan sabarnya Bapak / Ibu guru selalu membimbing kami.Mudah-mudahan perpisahan ini bisa menambah erat solidaritas kita dan semoga saja perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya.
Buat teman-teman mari lah kita berjuang demi cita-cita kita agar dapat meraih kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan disini bisa menjadi ilmu yang akan bermanfaat bagi nusa, bangsa, agama dan yang terpenting berguna bagi diri kita sendiri.
Pada acara Perpisahan ini, saya mewakili dari teman-teman kelas 3 SMA menyadari bahwa selama kami menjadi siswa di sekolah ini membuat Bapak dan Ibu guru kesal, marah dan kecewa terhadap prilaku kami baik sengaja ataupun tidak sengaja, dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf yang tidak terbatas, dan kami sangat berharap dengan segala ketulusan hati agar kiranya Bapak / Ibu Guru bekenan memberikan maaf pada kami.
Walaupun rasanya hati ini terasa berat, namun pada acara perpisahan ini tak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain Kata “ Selamat Berpisah” dan selamat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi Raga Boleh berpisah Namun Jiwa kita tetap akan selalu bersama Sekali lagi Kepada Bapak Kepala Sekolah Serta Bapak / Ibu guru yang sangat kami hormati , kami mengucapkan selamat berpisah, Doa dan Restu Bapak / Ibu sangat kami harapkan untuk kami terus maju meraih cita-cita, Semoga sekolah kita ini tetap selalu jaya.Akhir kata saya ucapkan sekian dan trimakasih.
OLEH :
Nama : Sri Dewi Simbolon
NPM : 11.054.111.136
FAK/JUR : FKIP PUGSD,SORE
MATA PELAJARAN : SENI BUDAYA
KELAS : V SD
STANDAR KOMPETENSI : 11. Mengapresiasi Karya Seni Musik
Kompetensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
11.1 Mengidentifikasi berbagai ragam lagu daerah Nusantara Ragam lagu daerah Nusantara 1.Mengidentifikasi berbagai lagu daerah Nusantara
2. Menyebutkan ragam lagu daerah Nusantara
3. Menghafal beberapa lagu daerah Nusantara
4. Menyajikan beberapa lagu daerah 1. Mengidentifikasi berbagai lagu daerah Nusantara
2. Menyebutkan ragam lagu daerah Nusantara
Menghafal beberapa lagu daerah Nusantara
4. Menyajikan beberapa lagu daerah 1.Teknik : tes tulis dan lisan
2.Bentuk : Isian dan uraian
3.Instrumen : Lembar kerja siswa (LKS)
4 JP X 35
Menit 1.Buku Paket SBYKL
2.Buku Pegangan Guru dan Pedoman lain
11.2 Menjelaskan Makna Ansambel gabungan Ansambel gabungan 1.Menyimak penjelasan makna
2.Menyimak penjelasan ragam ansambel
3.Memahami makna ansambel gabungan 1.Menyebutkan makana ansambel
Menunjukkan ragam jenis ansambel
2.Menjelaskan makna ansambel gabungan 1.Teknik : tes tulis dan lisan
2.Bentuk : isian dan uraian
3.Instrumen : Lembar Kerja Siswa (LKS)
4 JP X 35
Menit 1.Buku Paket SBYKL
2.Buku pegangan Guru dan pedoman lain
11.3Menampilkan sikap apresiatif terhadap berbagai musik/lagu wajib dan daerah Nusantara Apresiasi musik dan lagu wajib dan daerah Nusantara 1.Mengapresiasi beberapa musik/lagu wajib dan daerah Nusantara
2.Menyimak lagu dengan baik
3.Menhafal dan menyanyikan beberapa lagu wajib dan daerah Nusantara 1.Mengapresiasi beberapa musik/ lagu wajib dan daerah Nusantara
2.Menyanyikan beberapa lagu wajib dan daerah Nusantara dengan baik 1.Teknik : Praktek
2.Bentuk : Hasil karya
2 JP X 35
Menit 1.Buku Paket SBYKL
2.Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3.Model karya seni rupa dua dimensi/tiga dimensi
i
STANDART KOMPETENSI : 12. Mengekspresikan Diri Melalui Karya Seni Musik
Kompetensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi waktu
Sumber Belajar
12.1 Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana dalam bentuk ansambel gabungan Praktek ansambel 1.Mengamati alat musik ritmis dan melodis sederhana
2. Menyimak penjelasan tentang cara memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana
3. Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana dalam bentuk ansambel gabungan 1.Mengenal alat musik ritmis dan melodis sederhana
2. Menjelaskan cara memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana
3. Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana 1. Teknik : Praktek
2. Bentuk : Hasil Karya
4 JP X 35
Menit 1.Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Alat musik
4. Kaset musik/ lagu
5. Gambar/ foto
12.2 Menyiapkan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana untuk di pentaskan d kelas atau di sekolah Praktek ansambel 1.Membentuk kelompok latihan (setiap kelompok latihan terdiri dari kelompok penyanyi dan kelompok pengiring )
2. Mengkuti petunjuk dan bimbingan guru dalam berlatih
3. Siswa latihan dengan baik tanpa bimbingan dan petunjuk dari guru 1. Melakukan latihan persiapan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana 1. Teknik : Praktek dan perbuatan
2 JP X 35
Menit 1.Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Alat musik
4 .Kaset musik/lagu
12.3 Mementaskan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana di kelas atau di sekolah Praktek ansambel 1. Mementaskan pertunjukan secara bergiliran sesuai dengan kelompok dan lagu yang di nyanyikan 1. Mementaskan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana di kelas atau di sekolah 1. Teknik : Praktek
2. Bentuk : Hasil Karya
3. Instrumen : Lembar pengamatan
2 JP X 35
Menit 1.Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Alat musik
ii
STANDART KOMPTENSI : 13. Mengapresiasi Karya Seni Tari
Kompetensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
13.1 Mengidentifikasi gerak busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain Tari bertema 1. Mengidentifikasi gambar,foto,film, atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain
2. Mengidentifikasi gerak busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain
3. Menyebutkan kelengkapan tari Nusantara daerah lain 1. Menunjukkan gambar,foto,film atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan tari Nusantara daerah lain
2. Mengidentifikasi gerak,busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain
3. Menyebutkan kelengkapan tari Nusantara daerah lain
4. Membedakan gerak tari Nusantara daerah lain 1. Teknik : tes tulis dan lisan
2. Bentuk : isian dan uraian
3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS )
4 JP X 35
Menit 1. Buku Paket SBYKL
2. Buku Pegangan Guru dan pedoman lain
3. Gambar/ Foto
4. Film Dokumentar
13.2 Menampilkan sikap Apresiatif tentang keunikan gerak,busana dan perlengkapan karya seni tari Nusantara daerah lain Apresiasi tari 1. Mengamati gambar,foto,atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain
2. Mengidentifikasi keistimewaan dan keunikan karya seni tari daerah lain
3. Mengapresiasikan keunikan dan keistimewaan gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 1. Menunjukkan gambar,foto,film,atau model tentang gerak,busana dan perlengkapan seni tari daerah lain
2. Mengidentifikasi keistimewaan dan keunikan karya seni tari daerah lain
3. Mengapresiasi keunikan dan keistimewaan gerak,busana dan perlengkapan seni tari daerah lain 1. Teknik : Tes tulis dan Lisan
2. Bentuk : Isian dan Uraian
3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS )
2 JP X 35
Menit 1. Buku Paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Gambar/Foto
4. Film Dokumentar
iii
Kompeensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
13.3 Menampilkan sikap apresiatif terhadap simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain Aprersiasi tari daerah 1. Mengamati ilustrasi gambar,foto,film tentang simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain
2. Mengidentifikasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain
3. Mengapresiasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 1. Mmenjelaskan gambar,foto,atau film tentang simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain
2. Mengidentifikasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain
3. Mengapresiasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 1. Tekik : tes tulis dan lisan
2. Bentuk : isian dan uraian
3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS )
4 JP X 35
Menit 1. Buku Paket SBYKL
2. Buku Pegangan Guru dan pedoman lain
3. Gambar / Foto
4. Film Dokumentar
iv
STANDART KOMPETENSI : 14. Mengekspresikan Diri Melalui Seni Tari
Kompetensi Dasar
Materi Pokok / Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber Belajar
14.1 Menyiapkan penyajian tari Nusantara daerah lain dengan iringan Penampilan tari daerah 1. Membentuk kelompok latian
2. Mengikuti petunjuk dan bimbingan Guru dalam berlatih
3. Siswa latihan dengan baik tanpa bimbingan dan petunjuk dari Guru 1. Melakukan persiapan pementasan tari Nusantara daerah lain dengan iringan
4 JP X 35
Menit 1. Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Kaset musik /Lagu
4. Film Dokumentar
14.2 Menyajikan tari Nusantara daerah lain dengan iringan Penampilan tari daerah 1. Melakukan peragaan tari Nusantara daerah lain dengan iringan 1. Melakukan peragaan tari Nusantara daerah lain dengan iringan 1. Teknik : Praktek
2. Bentuk : Hasil Karya
3. Instrumen
2 JP X 35
Menit 1. Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Kaset musik /Lagu
4. Film Dokumentar
14.3 Mengadakan pementasan perpaduan seni musik dan seni tari Penampilan tari daerah 1. Membuat kelompok sesuai dengan materi tarian yang di kuasai
2. Mementaskan secara berrgiliran sesuai dengan kelompok dan tarian yang di kuasai 1.Membuat kelompok siswa sesuai dengan materi tarian yang di kuasai
2.Mementaskan beberapa tarian Nusantara daerah lain 1.Teknik : Praktek
2.Bentuk : Hasil Karya
3.Instrumen
2 JP X 35
Menit 1. Buku paket SBYKL
2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain
3. Kaset musik / Lagu
v
Langganan:
Postingan (Atom)
