Selasa, 08 Januari 2013

Curahan Hati.....

HatiQ  sangat tergores saAt melihat wajah mu.....tapi aq jga tw yang sebaliknya kamu sangat...sangattt terluka ketika melihat wajah ku yang tak bisa kamu peluk kembali layaknya sbg kasih sayang seorang kekasih.
        aq yakin...ne bkn lah perpisahan yang buruk bgi kita,tpi suatu jlan terbaik bgi kita yang telah telah di rencanakan Tuhan....dan biar bagaimana pun kmu takkan bisa aq lupakan slamanya,karna kmu adalah orng yang pernah singgah di lubuk hatiQ dan yang pernah mengisi hari-hariQ  dengan keceriaan,canda dan tawa mu.......!!!!!

                                             # i wiil always miss u  4ever #
                                                             >> sAng ManTann<<

strategi pembelajaran ips



Pengertian strategi pembelajaran
strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.
strategi pembelajaran merupakan suatu rencana tindakan (rangkaian kegiatan) yang termasuk juga penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran.

          Prinsip pembelajaran IPS
A.  Integrated
Integrasi / keterpaduan. Dalam pembelajaran IPS dapat. Dilakukan berdasarkan topik yang Terkait. Misal: Ekonomi dengan kondisi geografis.
B.  Interaksi
Manusia sebagai makhluq social. Manusia saling membutuhkan. Manusia saling bekerjasama
C.  Kesinambungan
Manusia dalam kehidupan. Terikat dengan adat /tradisi. Kebudayaan suatu masyarakat. Berubah besar kecil maka masyarakatpun. Akan mengalami perubahan
D.  Kontekstual
Sesuai dengan kondisi masyarakat
E.  Keterampilan Sosial
Bekerjasama, Tolong menolong, Gotong royong

             
Peran guru dalam penetapan dan pemilihan strategi pembelajaran
Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai pertimbangan sesuai dengan situasi, kondisi dan lingkungan yang akan dihadapinya.

Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari:
a.       rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
b.      analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan,
c.       jenis materi pelajaran yang akan dikomunikasikan.




Gerlach dan Ely (1990, him 173) menjelaskan pola umum pemilihan strategi pembelajaran yang akan digambarkan melalui bagan berikut ini: pemilihan strategi pembelajaran yang didasari pada prinsip efisiensi, efektivftas, dan keterlibatan peserta didik.   
1.     Efisiensi
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dan pemilihan metode yang mendukung tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
2.     Efektivitas
Pada dasarnya efektivitas ditujukan untuk menjawab pertanyaan seberapajauh tujuan pembelajaran telah dapat dicapai oleh peserta didik. Perlu diingat bahwa strategi yang paling efisien sekalipun tidak otomatis menjadi strategi yang efektif. 

3.     Keterlibatan Peserta Didik
Pada dasamya keteriibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh tantangan yang dapat membangkitkan motivasinya dalam pembelajaran. Strategi pembelajaran yang besifat inkuiri pada umumnya dapat memberikan rangsangan belajar yang lebih intensif dibandingkan dengan strategi pembelajaran yang hanya bersifat ekspositori.
            Jasa guru dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan para peserta didik sangatlah besar. Mereka memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), serta mensejahterakan masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara. Salah satu peran guru dalam pembelajaran yaitu dapat memposisikan sebagai orang tua, teman, fasilitator, pengembang kreativitas anak, motivator, dan lain-lain.
1.    Peran Guru dalam Memahami Siswa sebagai Dasar Pembelajaran
Pembelajaran merupakan proses pengembangan pribadi siswa, sehingga perkembangan siswa harus menjadi dasar bagi pembelajaran. Aspek-aspek perkembangan siswa yang mencakup perkembangan fisik dan motorik, kognitif, pribadi, dan sosial mempunyai implikasi penting bagi proses pembelajaran. Implikasi itu menyangkut pengembangan sisi dan strategi pembelajaran, dan kerja sama sekolah dengan orang tua.
Proses pembelajaran di sekolah dasar harus bersifat terpadu denagn perkembangan fisik kognitif, sosial, moral, dan emosional. Pendidikan di sekolah dasar ini berorientasi kepada isi, artinya menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, yaitu materi pelajaran. Pendekatan perkembangan dalam pembelajaran menekankan pada kepadanan kurikulum dan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak. Konsep pendekatan perkembangan ini ada dua dimensi, yaitu dimensi umum dan individual. Sisi penting dari pendekatan perkembangan ini adalah pengetahuan tentang faktor-faktor yang secara individu padan dengan anak tertentu di dalam kelas.

      2.    Peran Guru dalam Pengembangan Rancangan Pembelajaran
                        Proses pembelajaran merupakan proses inkuiri dan reflektif, yang menekankan pentingnya pengalaman dan penghayatan guru terhadap proses tersebut. Inkuiri di dalam pembelajaran mengandung makna mempertanyakan, menjelajahi lebih jauh dan memperluas pemahaman tentang situasi. Sedangkan refleksi mengimplementasikan adanya dugaan, penilaian dalam pertimbangan faktor-faktor signifikan untuk mencapai tujuan. Rancangan pembelajaran harus dikembangkan atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang berorientasi pada perkembangan siswa. Perkembangan adalah tujuan pembelajaran, rancangan pembelajaran baik rancangan jangka pendek maupun jangka panjang mencakaup komponen-komponen sebagai berikut:
  a.   Analisis kurikulum, yaitu kegiatan untuk merumuskan rencana dan bahan ajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan perkembangan peserta didik.
b.  Tujuan pembelajaran; ada empat tipe tujuan pembelajaran yaitu tujuan perilaku, tujuan pemecahan masalah, tujuan ekspresif, dan tujuan afektif.
  c.   Rencana kegiatan berisi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
  d.   Rencana evaluasi, terdiri dari kegiatan evaluasi sumatif dan evaluasi formatif.

3.    Peran Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran dan Manajemen Kelas
Pembelajaran yang efektif terwujud dalam perubahan perilaku peserta didik baik sebagai dampak instruksional maupun dampak pengiring. Proses pembelajaran berlangsung dalam suatu adegan yang perlu ditata dan dikelola menjadi suatu lingkungan atau kondisi belajar yang kondusif.
Pendekatan pluralistic dalam manajemen kelas memadukan berbagai pendekatan, dan memandang manajemen kelas sebagai seperangkat kegiatan untuk mengembangkan dan memelihara lingkungan belajar yang efektif.
Masalah pengajaran dan manajemen kelas adalah dua hal yang dapat dibedakan tetapi sulit dipisahkan. Keduanya saling terkait, dimana manajemen kelas merupakan prasyarat bagi berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif. Lingkungan belajar dikembangkan dan dipelihara dengan memperhatikan faktor keragaman dan perkembangan peserta didik. Manajemen kelas dikembangkan melalui tahap-tahap perumusan kondisi ideal, analisis kesenjangan, pemilihan strategi, dan penilaian efektivitas strategi. Penataan lingkungan fisik kelas merupakan unsure penting dalam manajemen kelas karena memberikan pengaruh pada perilaku guru dan peserta didik.

4.    Peran Guru dalam Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah proses memeperoleh informasi untuk membentuk judgement dalam pengambilan keputusan. Tahap-tahap evaluasi terdiri dari tahap persiapan evaluasi, tahap memperoleh informasi yang diperlukan, tahap membentuk judgement, dan tahap menggunakan judgement untuk mengambil keputusan. Informasi yang diperlukan untuk kepentingan evaluasi dijaring dengan teknik-teknik inkuiri, observasi, analisis, tes. Pemilihan teknik yang digunakan didasarkan atas jenis informasi yang harus diungkap, sehingga dalam suatu evaluasi bisa digunakan berbagai teknik sekaligus. Pengolahan hasil pengukuran atas hasil belajar dimaksudkan untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa.



Dimensi strategi pembelajaran ips
1.      Dimensi Pengetahuan (Knowledge)
Setiap orang memiliki wawsan tentang pengetahuan sosial yang berbeda-beda. Secara konseptual, pengetahuan (knowledge) hendaknya mencakup: (1) Fakta; (2) Konsep; dan (3) generalisasi yang dipahami oleh siswa.
Fakta adalah data yang spesifik tentang peristiwa, objek, orang dan hal-hal yang terjadi (peristiwa). Dalam pembelajaran IPS diharapkan siswa dapat mengenal berbagai jenis fakta khususnya yang terkait dengan kehidupan.
Pada dasarnya fakta yang disajikan untuk para siswa hendaknya disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuan berfikirnya. Secara umum, fakta untuk siswa SD hendaknya berupa peristiwa, objek, dan hal-hal yang bersifat konkret. Oleh karena itu guru perlu mengupayakan agar fakta disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas masing-masing.Konsep merupakan kata-kata atau frase yang mengelompok, berkatagori, dan memberi arti terhadap kelompok fakta yang berkaitan.


2.      Dimensi Keterampilan (Skills)
Kecakapan mengolah dan menerapkan informasi merupakan keterampilan yang sangat penting untuk mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang mampu berpartisipasi secara cerdas dalam masyarakat demokratis. Oleh karena itu, berikut uraian sejumlah keterampilan yang diperlukan sehingga menjadi unsure dalam dimensi IPS dalam proses pembelajaran.
a.      Keterampilan Meneliti
Keterampilan ini diperlukan untuk mengumpulkan dan mengolah data. Secara umum penelitian mencapkup sejumlah aktivitas sebagai berikut:
  • Mengidentifikasi dan mengungkapkan masalah atau isu
  • Mengumpulkan dan mengolah data
  • Menafsirkan data
  • Menganalisis data
  • Menilai bukti-buki yang ditemukan
  • Memyimpulkan
  • Menerapkan hasil temuan dan konteks yang berbeda
  • Membuat pertimbangan nilai
b.      Keterampilan Berpikir
Sejumlah keterampilan berpikir banyak berkontribusi terhadap pemecahan masalah dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat secara efektif. Untuk mengembangkan keterampilan berfikir pada diri siswa, perlu ada pengusaan terhadap bagian-bagian yang lebih khusus dari keterampilan berfikir tersebut serta melatihnya di kelas. Beberapa keterampilan berfikir yang perlu dikembangkan oleh guru di kelas untuk para siswa meliputi:
  • Mengkaji dan menilai data secara kritis
  • Merencanakan
  • Merumuskan faktor sebab dan akibat
  • Memprediksi hasil dari sesuatu kegiatan atau peristiwa
  • Menyarankan apa yang akan ditembulkan dari suatu peristiwa atau perbuatan
  • Curah pendapat (brainstorming)
  • Berspekulasi tentang masa depan
  • Menyarankan berbagai solusi alternatif
  • Mengajukan pendapat dan perspektif yang berbeda


c.       Keterampilan Partisipasi Sosial
Dalam belajar IPS, siswa perlu dibelajarkan bagaiman berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain. Keahlian bekerja dalam kelompok sangat penting karena dalam kehidupan bermasyarakat begitu banyak orang menggantungkan hidup melalui kelompok. Beberapa keterampilan partisipasi sosial yang perlu dibelajarkan oleh guru meliputi:
  • Mengidentifikasi akibat dari perbuatan dan pengaruh ucapan terhadap orang lain
  • Menunjukkan rasa hormat dan perhatian kepada orang lain
  • Berbuat efektif sebagai anggota kelompok
  • Mengambil berbagai peran kelompok
  • Menerima kritik dan saran
  • Menyesuaikan kemampuan dengan tugas yang harus diselesaikan
d.      Keterampilan Berkomunikasi
Pengembangan keterampilan berkomunikasi merupakan aspek yang penting dari pendekatan pembelajaran IPS khususnya dalam inkuiri sosial. Setiap siswa perlu diberi kesempatan untuk mengungkapkan pemahaman dan perasaannya secara jelas, efektif, dan kreatif. Walaupun bahasa tulis dan lisan telah menjadi alat berkomunikasi yang paling biasa, guru hendaknya selalu mendorong para siswa untuk mengungkapkan gagasannya dalam bentuk lain, seperti dalam film, drama, seni (suara, tari, lukis), pertunjukkan, foto, bahkan dalam bentuk peta. Para siswa hendaknya dimotivasi agar menjadi pembicara dan pendengar yang baik.
3. Dimensi Nilai dan Sikap (Value and Attitude)
Pada hakekatnya, nilai merupakan sesuatu yang berharga. Nilai yang dimaksud disini adalah seperangkat keyakinan atau prinsip perilaku yang telah mempribadi dalam diri seseorang atau kelompok masyarakat tertentu yang ketika berpikir atau bertindak. Umumnya, nilai dipelajari sebagai hasil dari pergaulan atau komunikasi antarindividu dalam kelompok seperti keluarga, himpunan keagamaan, kelompok masyarakat atau persatuan dari orang-orang yang satu tujuan.
Heterogenitas nilai yang ada di masyarakat tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi guru dalam pembelajaran IPS di kelas. Di suatu pihak, nilai dapat masuk ke dalam masyarakat dan tidak mungkin steril dari isu-isu yang menerpa dan terhindar dalam masyarakat demokratis. Di pihak lain, tidak dipungkiri bahwa nilai tertentu muncul dengan kekuatan yang sama dalam masyarakat dan menjadi pembelajaran yang baik serta menjadi perlindungan dari berbagai penyimpangan dan pengaruh luar. Agar ada kejelasan dalam mengkaji nilai di masyarakat, maka nilai dapat dibedakan atas nilai sustantif dan nilai prosedural.
a.      Nilai Substantif
Nilai substantif adalah keyakinan yang telah dipegang oleh seseorang dan umumnya hasil belajar, bukan sekedar menanamkan atau menyampaikan informasi semata. Setiap orang memiliki keyakinan atau pendapat yang berbeda-beda sesuai dengan keyakinannya tentang sesuatu hal.
Dalam mempelajari nilai substantif, para siswa perlu memahami proses-proses, lembaga-lembaga, dan aturan-aturan untuk memecahkan konflik dalam masyarakat demokratis. Dengan kata lain, siswa perlu mengetahui ada keragaman nilai dalam masyarakat dan mereka perlu mengetahui isi nilai dan implikasi dari nilai-nilai tersebut.
Manfaat lain dari belajar nilai substantif adalah siswa akan menyatakan bahwa dirinya memiliki nilai tertentu. Guru harus menjelaskan bahwa siswa membawa nilai yang beragam ke kelas sesuai dengan latar keluarga, agama, atau budaya. Selain itu, guru perlu menyadari pula bahwa nilai yang dia anut tidak semuanya berlaku secara universal.
Program pembelajaran IPS hendaknya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan, merefleksi, dan mengartikulasikan nilai-nilai yang dianutnya. Proses ini tergantung pada nilai-nilai prosedural di kelas. Siswa hendaknya memiliki hak mengambil posisi nilai mana yang akan dianut tanpa paksaan atau menangguhkan keputusan dan tetap tidak mengambil keputusan. Dengan kata lain, siswa hendaknya didorong untuk bersiap diri membenarkan posisinya, mendengarkan kritikan yang ditujukan terhadap dirinya dan atau mengubah keputusannya bila ada pertimbangan lain.
b.      Nilai Prosedural
Nilai-nilai prosedural yang perlu dilatih atau dibelajarkan antara lain nilai kemerdekaan, toleransi, kejujuran, menghormati kebenaran dan menghargai orang lain. Nilai-nilai kunci ini merupakan nilai yang menyokong masyarakat demokratis, seperti: toleran terhadap pendapat yang berbeda, menghargai bukti yang ada, kerja sama, dan menghormati pribadi orang lain. Apabila kelas IPS dimaksudkan untuk mengembangkan partisipasi siswa secara efektif dan diharapkan semakin memahami kondisi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam, maka siswa perlu mengenal dan berlatih menerapkan nila-nilai tersebut.
Pembelajaran yang mengaitkann pendidikan nilai ini secara eksplisit atau implisit hendaknya telah ada dalam langkah-langkah atau proses pembelajaran dan tidaklah menjadi bagian dari konten tersendiri. Dengan kata lain, nilai-nilai ini tidak perlu dibelajarkan secara terpisah. Selain itu, masyarakat demokratis yang ideal harus mampu mengungkapkan nilai-nilai pokok dalam proses pembelajaran bukan hanya retorika semata bahkan harus menghormati harkat dan martabat manusia, berkomitmen terhadap keadilan sosial, dan memperlakukan manusia sama kedudukannya di depan hukum.
4.      Dimensi Tindakan (Action)
Tindakan sosial merupakan dimensi PIPS yang penting karena tindakan dapat memungkinkan siswa menjadi peserta didik yang aktif. Mereka pula dapat belajar secara konkret dan praktis. Dengan belajar dari apa yang diketahui dan terpikirkan tentang isu-isu sosial untuk dipecahkan sehingga jelas apa yang akan dilakukan dan bagaimana caranya, para siswa belajar menjadi warga Negara yang efektif di masyarakat.
Dimensi tindakan sosial dapat dibelajarkan pada semua jenjang dan semua tingkatan kelas kurikulum IPS. Dimensi tindakan social untuk pembelajaran IPS meliputi tiga model aktivitas sebagai berikut.
  • Percontohan kegiatan dalam memecahkan masalah di kelas seperti cara berorganisasi dan bekerja sama.
  • Berkomunikasi dengan anggota masyarakat dapat diciptakan.
  • Pengambilan keputusan dapat menjadi bagian kegiatan kelas, khususnya pada saat siswa diajak untuk melakukan inkuiri.

Proses pelaksanaan strategi pembelajaran ips SD

    i.      Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan
Kegiatan pendahuluan sebagai bagian dari suatu sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. 
         ii.      Penyampaian Informasi
Penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan paling penting dalam proses pembelajaran, padahal bagian ini hanya merupakan salah satu komponen dari strategi pembelajaran. Artinya tanpa adanya kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini menjadi tidak berarti.
     iii.      Partisipasi Peserta Didik
Berdasarkan prinsip student centered maka peserta didik merupakan pusat dari suatu kegiatan belajar. Dalam masyarakat belajar dikenal istilah CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) yang diterjemahkan dari’ SAL (Student Active Learning) yang maknanya adalah bahwa proses pembelajaran akan iebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan-latihan secara langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan.
iv. Tes
Serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru untuk mengetahui

(a)apakah tujan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum,dan
(b) apakah pengetahuan, sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik atau belum.
  v.      Kegiatan Lanjutan
Kegiatan yang dikenal dengan istilah follow up dari suatu hasil kegiatan yang telah dilakukan seringkali tidak dilaksanakan dengan baik oleh guru. Dalam kenyataannya, setiap kali setelah tes dilakukan selalu saja terdapat peserta didik yang berhasil dengan bagus atau di atas rata-rata :
a. hanya menguasai sebagian atau cenderung di rata-rata tingkat penguasaan yang diharapkan dapat dicapai 
b. Peserta didik seharusnya menerima tindak lanjut yang berbeda sebagai konsekuensi dari hasil belajar yang bervariasi tersebut.

Minggu, 09 Desember 2012

Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia TARIAN ADAT DI INDONESIA Macam-Macam Tarian Tradisional Indonesia ini saya tulis dengan tujuan agar saya khususnya dan teman-teman pada umumnya agar lebih mengetahui jenis-jenis tarian daerah yang ada di Indonesia. Karena negara kita yang tercinta ini, Indonesia, mempunyai banyak sekali tarian-tarian daerah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Masing-masing tari daerah mempunyai ciri-ciri dan mempunyai ke-khasan tersendiri dibanding dengan tarian yang lain. Dengan mempunyai banyak sekali tarian daerah yang tersebar di seluruh nusantara, Indonesia merupakan negara terkenal karena kaya akan budaya, kaya akan kesenian dan kaya akan tari-tarian tradisional. Dibawah ini berbagai jenis tarian daerah nusantara yang tersebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia: 1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh. Tari Seudati Tari Saman Meuseukat di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam Tari Saman Meuseukat 2. Tari-tarian Daerah Bali Tari legong merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati. Tari legong Bali Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa. Tari Kecak Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak diperagakan di pura, tempat ibadat umat Hindu di Bali, Indonesia. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi “ucapan selamat datang”, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Pencipta/koreografer bentuk modern tari ini adalah I Wayan Rindi. Tari Pendet 3. Tari-tarian Daerah Bengkulu Tari Andun dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati. Tari Andun Tari Bidadari Teminang Anak tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong. Tari Bidadari Teminang Anak 4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta Tari Topeng merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung. Tari Topeng Tari Yopong adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara. Tari Yopong 5. Tari-tarian Daerah Jambi Tari Sekapur Sirih merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu. Tari Sekapur Sirih Tari Selampir Delapan merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi. Tari Selampir 6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat Tari Topeng Kuncaran merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak. Tari Topeng Kuncaran Tari Merak sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau. Tari Merak 7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah Tari Serimpi sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan. Tari Serimpi Tari Blambangan Cakil mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka. Tari Blambangan Cakil 8. Tari-tarian Daerah JawaTimur Tari Remong sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu. Tari Remong Reog Ponorogo merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan. Reog Ponorogo 9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat Tari Monong merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi Tari Monong Tari Zapin Tembung Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat. Tari Zapin Tembung 10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan Tari Baksa Kembang merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga. Tari Baksa Kembang Tari Radab rahayu di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan. Tari Radab Rahayu 11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah Tari Tambun dan bungai Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat. Tari Tambun dan Bungai Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit. 12. Tari-tarian : Daerah Kalimantan Timur Tari Gong di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku. Tari Gong Tari perang Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis. Tari perang 13. Tari-tarian Daerah Lampung. Tari Jangget adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung. Tari Jangget Tari Malinting merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung. Tari Malinting 14. Tari-tarian Daerah Maluku Tari Lenso merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku. Tari Lenso Tari Cakalele adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa. Tari Cakalele 15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara Tari Perang Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang. Tari Perang Maluku Tari Nahar Ilaa tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun. 16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat Tari Mpaa Lenggogo sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja. Tari Mpaa Lenggogo Tari Batunganga sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu. 17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur Tari Perang tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai. Tari Perang Nusa Tenggara Timur Tari Gareng Lameng dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya. Tari Gareng Lameng 18. Tari-tarian Daerah Papua Barat dan Tengah Tari Suanggi tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian). Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawanan, dan kegagahan rakyat Papua. Tari Perang Papua 29. Tari-tarian Daerah Papua Timur Tari Selamat Datang tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati. Tari Selamat Datang Tari Musyoh merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan. 20. Tari-tarian Daerah Riau Tari Tandak merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau. Tari Tandak Tari Joged Lambak adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi. Tari Joged Lambak 21 Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan Tari Kipas tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu. Tari Kipas Tari Bosara merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes. Tari Bosara 22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah Tari Lumense tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung. Tari Lumense Tari Peule Cinde termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu. 23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara Tari Balumpa merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton. Tari Balumpa Tari Dinggu melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati. 24. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara Tari Maengket merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan. Tari Maengket Tari Polopalo adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo. Tari Polopalo 25. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat Tari Piring Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sama. Tari Piring Minangkabau Tari Payung Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita. Tari Payung 26. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan Tari Tanggai merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat. Tari Tanggai Tari Putri Bekhusek artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan. Tari Putri Bekhusek 27. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara Tari Serampang Dua Belas Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan. Tari Serampang Dua Belas Tari Tor Tor Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk. Tari Tor Tor 28. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta Tari Serimpi Sangu Pati sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut. Tari Serimpi Sangu Pati Tari Bedaya merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai. Tari Bedaya

kata sambutan

PERPISAHAN ANAK KELAS 3 SMA Trisamakasih saya ucapkan kepada protokol yang telah memberikan saya waktu dan tempat untuk menyampaikan amanat pada acara perpisahan ini. Pertama-tama marilah kita mengucapkan syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkat-Nya sehingga kita masih bisa berkumpul pada hari yang cerah ini. Yang saya hormati, Bapak kepala sekolah, Yang saya hormati, Bapak/Ibu guru, Yang saya hormati, para staf pegawai, dan Yang saya sayangi teman-teman sekalian. Saya mewakili dari teman-teman kelas 3,izinkan saya mengucapkan sepatah dua kata,kata perpisahan. Buat teman-temanku sekalian dan adik-adik kelasku tercinta Tidak terasa sudah 3 tahun kita berada disini.Susah, senang, sudah kita alami dan lalui bersama. Dan hari ini adalah puncak yang sebenarnya, kita semua akan berpisah tidak akan ada lagi kebersamaan dan kekompakan yang akan kita temukan di hari esok. Semua itu tentu saja tidak akan terlupakan begitu saja dan akan menjadi kenangan di masa depan kita. Suatu hari nanti kita pasti akan merindukan masa-masa indah seperti ini. Tak lupa juga kami sangat berterima kasih kepada Bapak /Ibu guru yang telah mengajarkan kami arti dari sebuah perjuangan, hingga sampai mengantarkan kami pada gerbang ini untuk menuju pada kehidupan yang sebenarnya dan telah mendidik,menjaga kami sehingga kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi. Tanpa Bapak / Ibu guru, kami bukan apa-apa, banyak hal yang Bapak /Ibu guru ajarkan pada kami, meski terkadang kami merasa lelah, jenuh, bosan, tapi dengan sabarnya Bapak / Ibu guru selalu membimbing kami.Mudah-mudahan perpisahan ini bisa menambah erat solidaritas kita dan semoga saja perpisahan ini bukanlah akhir dari segalanya. Buat teman-teman mari lah kita berjuang demi cita-cita kita agar dapat meraih kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Mudah-mudahan apa yang kita dapatkan disini bisa menjadi ilmu yang akan bermanfaat bagi nusa, bangsa, agama dan yang terpenting berguna bagi diri kita sendiri. Pada acara Perpisahan ini, saya mewakili dari teman-teman kelas 3 SMA menyadari bahwa selama kami menjadi siswa di sekolah ini membuat Bapak dan Ibu guru kesal, marah dan kecewa terhadap prilaku kami baik sengaja ataupun tidak sengaja, dengan segala kerendahan hati, kami mohon maaf yang tidak terbatas, dan kami sangat berharap dengan segala ketulusan hati agar kiranya Bapak / Ibu Guru bekenan memberikan maaf pada kami. Walaupun rasanya hati ini terasa berat, namun pada acara perpisahan ini tak ada kata lain yang bisa kami ucapkan selain Kata “ Selamat Berpisah” dan selamat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi Raga Boleh berpisah Namun Jiwa kita tetap akan selalu bersama Sekali lagi Kepada Bapak Kepala Sekolah Serta Bapak / Ibu guru yang sangat kami hormati , kami mengucapkan selamat berpisah, Doa dan Restu Bapak / Ibu sangat kami harapkan untuk kami terus maju meraih cita-cita, Semoga sekolah kita ini tetap selalu jaya.Akhir kata saya ucapkan sekian dan trimakasih. OLEH : Nama : Sri Dewi Simbolon NPM : 11.054.111.136 FAK/JUR : FKIP PUGSD,SORE
MATA PELAJARAN : SENI BUDAYA KELAS : V SD STANDAR KOMPETENSI : 11. Mengapresiasi Karya Seni Musik Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 11.1 Mengidentifikasi berbagai ragam lagu daerah Nusantara Ragam lagu daerah Nusantara 1.Mengidentifikasi berbagai lagu daerah Nusantara 2. Menyebutkan ragam lagu daerah Nusantara 3. Menghafal beberapa lagu daerah Nusantara 4. Menyajikan beberapa lagu daerah 1. Mengidentifikasi berbagai lagu daerah Nusantara 2. Menyebutkan ragam lagu daerah Nusantara Menghafal beberapa lagu daerah Nusantara 4. Menyajikan beberapa lagu daerah 1.Teknik : tes tulis dan lisan 2.Bentuk : Isian dan uraian 3.Instrumen : Lembar kerja siswa (LKS) 4 JP X 35 Menit 1.Buku Paket SBYKL 2.Buku Pegangan Guru dan Pedoman lain 11.2 Menjelaskan Makna Ansambel gabungan Ansambel gabungan 1.Menyimak penjelasan makna 2.Menyimak penjelasan ragam ansambel 3.Memahami makna ansambel gabungan 1.Menyebutkan makana ansambel Menunjukkan ragam jenis ansambel 2.Menjelaskan makna ansambel gabungan 1.Teknik : tes tulis dan lisan 2.Bentuk : isian dan uraian 3.Instrumen : Lembar Kerja Siswa (LKS) 4 JP X 35 Menit 1.Buku Paket SBYKL 2.Buku pegangan Guru dan pedoman lain 11.3Menampilkan sikap apresiatif terhadap berbagai musik/lagu wajib dan daerah Nusantara Apresiasi musik dan lagu wajib dan daerah Nusantara 1.Mengapresiasi beberapa musik/lagu wajib dan daerah Nusantara 2.Menyimak lagu dengan baik 3.Menhafal dan menyanyikan beberapa lagu wajib dan daerah Nusantara 1.Mengapresiasi beberapa musik/ lagu wajib dan daerah Nusantara 2.Menyanyikan beberapa lagu wajib dan daerah Nusantara dengan baik 1.Teknik : Praktek 2.Bentuk : Hasil karya 2 JP X 35 Menit 1.Buku Paket SBYKL 2.Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3.Model karya seni rupa dua dimensi/tiga dimensi i STANDART KOMPETENSI : 12. Mengekspresikan Diri Melalui Karya Seni Musik Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar 12.1 Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana dalam bentuk ansambel gabungan Praktek ansambel 1.Mengamati alat musik ritmis dan melodis sederhana 2. Menyimak penjelasan tentang cara memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana 3. Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana dalam bentuk ansambel gabungan 1.Mengenal alat musik ritmis dan melodis sederhana 2. Menjelaskan cara memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana 3. Memainkan alat musik ritmis dan melodis sederhana 1. Teknik : Praktek 2. Bentuk : Hasil Karya 4 JP X 35 Menit 1.Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Alat musik 4. Kaset musik/ lagu 5. Gambar/ foto 12.2 Menyiapkan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana untuk di pentaskan d kelas atau di sekolah Praktek ansambel 1.Membentuk kelompok latihan (setiap kelompok latihan terdiri dari kelompok penyanyi dan kelompok pengiring ) 2. Mengkuti petunjuk dan bimbingan guru dalam berlatih 3. Siswa latihan dengan baik tanpa bimbingan dan petunjuk dari guru 1. Melakukan latihan persiapan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana 1. Teknik : Praktek dan perbuatan 2 JP X 35 Menit 1.Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Alat musik 4 .Kaset musik/lagu 12.3 Mementaskan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana di kelas atau di sekolah Praktek ansambel 1. Mementaskan pertunjukan secara bergiliran sesuai dengan kelompok dan lagu yang di nyanyikan 1. Mementaskan pertunjukan lagu daerah Nusantara dengan iringan sederhana di kelas atau di sekolah 1. Teknik : Praktek 2. Bentuk : Hasil Karya 3. Instrumen : Lembar pengamatan 2 JP X 35 Menit 1.Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Alat musik ii STANDART KOMPTENSI : 13. Mengapresiasi Karya Seni Tari Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 13.1 Mengidentifikasi gerak busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain Tari bertema 1. Mengidentifikasi gambar,foto,film, atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 2. Mengidentifikasi gerak busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 3. Menyebutkan kelengkapan tari Nusantara daerah lain 1. Menunjukkan gambar,foto,film atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan tari Nusantara daerah lain 2. Mengidentifikasi gerak,busana dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 3. Menyebutkan kelengkapan tari Nusantara daerah lain 4. Membedakan gerak tari Nusantara daerah lain 1. Teknik : tes tulis dan lisan 2. Bentuk : isian dan uraian 3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS ) 4 JP X 35 Menit 1. Buku Paket SBYKL 2. Buku Pegangan Guru dan pedoman lain 3. Gambar/ Foto 4. Film Dokumentar 13.2 Menampilkan sikap Apresiatif tentang keunikan gerak,busana dan perlengkapan karya seni tari Nusantara daerah lain Apresiasi tari 1. Mengamati gambar,foto,atau model tentang gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 2. Mengidentifikasi keistimewaan dan keunikan karya seni tari daerah lain 3. Mengapresiasikan keunikan dan keistimewaan gerak,busana,dan perlengkapan seni tari Nusantara daerah lain 1. Menunjukkan gambar,foto,film,atau model tentang gerak,busana dan perlengkapan seni tari daerah lain 2. Mengidentifikasi keistimewaan dan keunikan karya seni tari daerah lain 3. Mengapresiasi keunikan dan keistimewaan gerak,busana dan perlengkapan seni tari daerah lain 1. Teknik : Tes tulis dan Lisan 2. Bentuk : Isian dan Uraian 3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS ) 2 JP X 35 Menit 1. Buku Paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Gambar/Foto 4. Film Dokumentar iii Kompeensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 13.3 Menampilkan sikap apresiatif terhadap simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain Aprersiasi tari daerah 1. Mengamati ilustrasi gambar,foto,film tentang simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 2. Mengidentifikasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 3. Mengapresiasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 1. Mmenjelaskan gambar,foto,atau film tentang simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 2. Mengidentifikasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 3. Mengapresiasi simbol yang terkandung dalam karya seni tari Nusantara daerah lain 1. Tekik : tes tulis dan lisan 2. Bentuk : isian dan uraian 3. Instrumen : Lembar Kerja Siswa ( LKS ) 4 JP X 35 Menit 1. Buku Paket SBYKL 2. Buku Pegangan Guru dan pedoman lain 3. Gambar / Foto 4. Film Dokumentar iv STANDART KOMPETENSI : 14. Mengekspresikan Diri Melalui Seni Tari Kompetensi Dasar Materi Pokok / Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar 14.1 Menyiapkan penyajian tari Nusantara daerah lain dengan iringan Penampilan tari daerah 1. Membentuk kelompok latian 2. Mengikuti petunjuk dan bimbingan Guru dalam berlatih 3. Siswa latihan dengan baik tanpa bimbingan dan petunjuk dari Guru 1. Melakukan persiapan pementasan tari Nusantara daerah lain dengan iringan 4 JP X 35 Menit 1. Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Kaset musik /Lagu 4. Film Dokumentar 14.2 Menyajikan tari Nusantara daerah lain dengan iringan Penampilan tari daerah 1. Melakukan peragaan tari Nusantara daerah lain dengan iringan 1. Melakukan peragaan tari Nusantara daerah lain dengan iringan 1. Teknik : Praktek 2. Bentuk : Hasil Karya 3. Instrumen 2 JP X 35 Menit 1. Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Kaset musik /Lagu 4. Film Dokumentar 14.3 Mengadakan pementasan perpaduan seni musik dan seni tari Penampilan tari daerah 1. Membuat kelompok sesuai dengan materi tarian yang di kuasai 2. Mementaskan secara berrgiliran sesuai dengan kelompok dan tarian yang di kuasai 1.Membuat kelompok siswa sesuai dengan materi tarian yang di kuasai 2.Mementaskan beberapa tarian Nusantara daerah lain 1.Teknik : Praktek 2.Bentuk : Hasil Karya 3.Instrumen 2 JP X 35 Menit 1. Buku paket SBYKL 2. Buku pegangan Guru dan pedoman lain 3. Kaset musik / Lagu v